Selasa, 15 Agustus 2017

Hanya ini Yang Ku Punya

Hanya ini Yang Ku Punya Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di dalam Qs Al Hujarat, 11 disebutkan bahwa memperolok olok orang lain termasuk perbuatan zalim, seharusnya mereka tahu, tapi sayang mereka yang sekolah di sini tidak pernah mau tahu, bagi mereka aku adalah objek yang bisa memuaskan tawa mereka”.

“Ha.. ha ha.. ayo cepat kunci, kunci pintunya ki”, “Ya tenang.. tenang, beress gak bisa keluar sekarang dia Ben, ha.. ha”, suara ribut ribut di luar toilet itu benar-benar menggangguku, tapi aku langsung sadar jangan-jangan, “hai jangan di kunci pintunya berikan kuncinya, Beni, luki”. Teriakku dari dalam toilet. “Selamat bermalam di toilet Yu, ha.. ha. haa rasakan dasar cupu”. Sial ternyata ini sudah mereka rencanakan dari tadi, pantas saja dua kamar toilet yang lain tertutup sedang toilet yang di tengah kosong, jadi mereka sudah merencanakannya dari tadi, pantas kunci pintunya tidak ada, sial. “hai tolong.. tolong buka pintu nya”. Teriakku putus asa, Rasanya aku ingin menangis, ini sudah yang kesekian kalinya Beni dan geng nya mengerjai ku, aku masih ingat dua hari yang lalu saat jam istirahat, mereka ber empat, Beni, Luki, Adit dan Rino memegangi tubuh ku ramai-ramai, lalu menyeretku keruangan GSG sekolah kami dan disana mereka hampir menelanjangi ku tepat di depan anak-anak Cheerleaders, untung waktu
... baca selengkapnya di Hanya ini Yang Ku Punya Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 01 Agustus 2017

Wiro Sableng #72 : Purnama Berdarah

Wiro Sableng #72 : Purnama Berdarah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

HUJAN lebat mendera Pantai Selatan. Suara hujan yang diterpa hembusan angin keras yang datang dari laut menimbulkan suara menggidikkan di telinga siapa saja yang mendengarnya. Di bawah hujan lebat itu seorang penunggang kuda memacu tunggangannya sepanjang tepian pantai, menembus hujan dan deru angin ke arah timur. Tepat di satu bukit karang yang menjulang orang ini hentikan kudanya. Sambil menepuk tengkuk binatang itu dia berkata. "Jangan ke mana-mana. Tunggu di sini sampai aku kembali!"

Seperti mengerti akan ucapan orang, kuda itu mendekatkan kepalanya ke bahu tuannya dan menjilat bahu itu beberapa kali. Ketika petir kelihatan menyambar di tengah laut, penunggang kuda tadi telah lenyap dari tempat itu. Dia melompat ke sebuah celah sempit di kaki bukit karang. Di dalam celah itu ada bagian bukit yang berbentuk seperti tangga kasar. Orang ini menaiki tangga itu dengan gerakan cepat. Tangga batu karang itu licin dan ada yang berselimutkan lumut. Hujan lebat membuat udara menjadi redup gelap. Kalau tidak memiliki kepandaian tinggi tak mungkin orang itu bisa menaiki tangga batu begitu cepat.

Di puncak tangga batu membentang sebuah pedataran batu yang penuh dengan gerunjul-gerunjul karang runcing. Pada sebelah kiri pedataran menjulang bukit berbentuk dinding setinggi lima tomb
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #72 : Purnama Berdarah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1